
PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) memperkuat komitmennya dalam pemenuhan hak anak. Salah satu wujudnya adalah mematangkan Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Provinsi. Persiapan ini dilakukan agar peringatan tersebut berdampak nyata bagi tumbuh kembang anak.
Langkah itu ditempuh lewat konsultasi bersama Gubernur Kalbar, Ria Norsan, di ruang kerjanya. Tujuannya jelas, yaitu memastikan seluruh rangkaian kegiatan tak sekadar menjadi agenda tahunan.
Mengusung Tema “Sayang Anak”
Pertemuan itu fokus pada dua hal. Pertama, kesiapan teknis penyelenggaraan. Kedua, penajaman program kerja yang mengacu pada tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”.
Seluruh agenda pun dirancang selaras dengan visi pembangunan sumber daya manusia. Dalam visi itu, anak ditempatkan sebagai prioritas utama pembangunan daerah.
Arahan Gubernur soal Perlindungan Anak
Dalam arahannya, Ria Norsan menegaskan makna peringatan ini. Menurutnya, HAN harus menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat perlindungan anak.
Ia berharap tema yang diusung tidak berhenti pada kegiatan simbolis. Sebaliknya, tema itu perlu diwujudkan lewat kebijakan dan program yang bermanfaat langsung bagi anak.
Gubernur juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor. Seluruh organisasi perangkat daerah, lembaga terkait, dunia pendidikan dan dunia kesehatan, hingga masyarakat diharapkan berkolaborasi. Dengan begitu, pemenuhan hak dasar anak bisa berjalan optimal, mulai dari pendidikan, kesehatan, perlindungan, sampai ruang partisipasi.
Hari Anak Nasional Jadi Ruang Edukatif
Selain seremoni, kegiatan puncak Hari Anak Nasional diarahkan menjadi ruang edukatif. Harapannya, acara ini mampu membentuk karakter, mengembangkan kreativitas, sekaligus memperkuat ketahanan mental generasi muda.
Dengan pendekatan itu, HAN tak sekadar jadi ajang perayaan. Lebih dari itu, peringatan ini diharapkan menjadi media pembinaan generasi Kalbar yang berkualitas dan berdaya saing.
Panitia pun sudah menyusun rancangan program kerja. Berbagai kegiatannya bersifat partisipatif dan ramah anak. Semua acara dirancang agar anak bisa berekspresi, berkreasi, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat soal pentingnya perlindungan anak.
Finalisasi Teknis dalam Waktu Dekat
Sebagai tindak lanjut, Pemprov Kalbar akan segera melakukan finalisasi teknis. Penyempurnaan itu dilakukan bersama seluruh panitia penyelenggara.
Langkah tersebut diharapkan memastikan setiap agenda berjalan sesuai rencana. Dengan begitu, manfaatnya bisa optimal bagi anak-anak di Kalbar.
Lewat konsultasi intensif ini, Puncak HAN ke-42 di Kalbar diharapkan bukan sekadar seremonial. Sebaliknya, momen ini menjadi kebangkitan bersama dalam melindungi dan membangun masa depan anak di Bumi Khatulistiwa.